sejarahbandung.id - Gedung Sate Bandung

Harta Karun di Gedung Sate

Di tahun 1920-an, pemerintah Hindia Belanda membangun Gedung Sate di Bandung. Gedung ini merupakan gedung kantor untuk Departement Verkeer en Waterstaat (Departemen Pekerjaan Umum dan Pengairan). Semula, gedung ini merupakan bagian dari kompleks perkantoran pemerintah Hindia Belanda atau Gouvernements Bedrijven. Di dalam gedung yang dibangun pada tahun 1920 sampai 1924, pemerintah membangun sebuah ruang untuk perpustakaan. Perpustakaan bernama De Centrale Bibliotheek ini ditempatkan di sayap … Continue reading Harta Karun di Gedung Sate

Monumen Lampu di Stasiun Bandung, Sebuah Hadiah Untuk SS

Sumber cahaya baru ini mungkin merupakan simbol tidak hanya dari apa yang telah dilakukan di masa lalu oleh SS, tetapi juga kemajuan yang akan menjadi ciri layanan di masa depan.” – Bertus Coops, Walikota Bandung dalam peringatan 50 tahun Staatsspoorwegen (SS) di Bandung, 7 Juli 1925[1]. Continue reading “Monumen Lampu di Stasiun Bandung, Sebuah Hadiah Untuk SS”

Kecelakaan Kereta Api di Jalan Braga

Kereta api memasuki Kota Bandung di pertengahan tahun 1884. Kedatangan alat transportasi modern ini membuat Ibukota Karesidenan Priangan tersebut menjadi kota terbuka, dan lebih mudah diakses. Kereta api menyulap Bandung yang selalu dianggap sebagai sebuah kampung di tengah pegunungan menjadi sebuah kota besar. Selain membantu mobilitas manusia, kereta api juga membantu mobilitas barang dari dan ke arah Bandung. Rel kereta api di dalam kota dimanfaatkan … Continue reading Kecelakaan Kereta Api di Jalan Braga

Vlugge Vier, Kereta Cepat Bandung-Batavia

Saat ini, pemerintah sedang menggenjot proyek kereta api cepat yang menghubungkan Bandung dan Jakarta. Dalam berita terakhir, penyelesaian proyek dengan nama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini dipredisksi molor karena kesulitan keuangan[1]. Kegiatan untuk mempercepat hubungan kedua kota sudah ada di masa kolonial. Di tahun 1930-an, orang-orang Belanda meluncurkan rangkaian kereta api cepat yang menghubungkan dua kota. Continue reading “Vlugge Vier, Kereta Cepat Bandung-Batavia”

Lapangan Sepakbola di Kerkplein Bandung

Bandung dikenal dengan julukan “De Bloem Der Indische Bergstede“, “Bunga dari Pegunungan Hindia Belanda”. Dalam arti sebenarnya, julukan ini mempunyai makna, Bandung merupakan kota yang mempunyai banyak bunga di dalamnya. Pieters Sijthoffpark (taman Dewi Sartika, sekarang) merupakan taman bunga pertama di Kota Bandung yang didirikan pada tahun 1885. Continue reading “Lapangan Sepakbola di Kerkplein Bandung”

Stasiun Rancaekek dan Percakapan Pertama Dengan Belanda

“Mr. de Haas, I believe we can be satisfied!![1]” Karena alasan teknis, stasiun radio penerima di Cangkring harus dipindahkan. Dengan jarak sekitar 10 km, lokasi stasiun radio yang didirikan tahun 1917 itu terlalu dekat dengan Stasiun Malabar. Rancaekek menjadi lokasi yang dipilih untuk mendirikan stasiun penerima yang baru. Rancaekek merupakan kawasan terbuka dan jauh dari gunung dan perbukitan. Sebelumnya, pemerintah mempunyai banyak kandidat lokasi pengganti … Continue reading Stasiun Rancaekek dan Percakapan Pertama Dengan Belanda

Penerbangan Pertama di Atas Kota Bandung

Aktifitas penerbangan di Bandung mulai menggeliat di tahun 1917. Di tahun tersebut, Engelbert Van Bevervoode mulai merintis lapangan terbang kecil di Rancaekek, satu kawasan yang berjalarak sekitar 21 km ke arah timur Kota Bandung. Kapten penerbang kelahiran Balangnipa, Sulawesi ini merupakan instruktur bagi para penerbang di lapangan udara Kalijati Subang. Pembangunan landasan udara di Rancaekek ini tidak lepas dari tujuan Belanda untuk mempelajari pola udara di sekitar Bandung. Continue reading “Penerbangan Pertama di Atas Kota Bandung”