Lapangan Sepakbola di Kerkplein Bandung

Bandung dikenal dengan julukan “De Bloem Der Indische Bergstede“, “Bunga dari Pegunungan Hindia Belanda”. Dalam arti sebenarnya, julukan ini mempunyai makna, Bandung merupakan kota yang mempunyai banyak bunga di dalamnya. Pieters Sijthoffpark (taman Dewi Sartika, sekarang) merupakan taman bunga pertama di Kota Bandung yang didirikan pada tahun 1885.

Di seberang bagian selatan Pieters Sijthoffpark, terdapat lapangan terbuka. Orang-orang menyebutnya dengan nama Kerkplein (Lapangan Gereja). Menurut Haryoto Kunto[1], Plein termasuk dalam salah satu lahan hijau yang digolongkan sebagai taman. Selain plein, ada juga lahan hijau lain seperti park, platsoen, stadstuin, dan boulevard. Menurut sang Kuncen Bandung, plein merupakan lapangan lahan datar atau pelataran yang tidak terlampau luas. Biasanya ditumbuhi rumput, terletak di sekitar bangunan atau gedung dan tanpa jaringan jalan di dalamnya. Pada lahan itu sering dilakukan kegiatan yang bersifat rekreasi, seperti olah raga, kegiatan pramuka, tempat bocah-bocah pada ngadu layangan, dll. Selain Kerkplein, di Bandung terdapat pula Orchideeplein (Taman Anggrek), Houtmanplein (Lapangan Ciujung), Tjitaroemplein (Taman Citarum), Oranjeplein (Taman Pramuka), Alun-alun tergolong dalam plein juga.

Gereja St. Franciscus Regis (di peta No. 8), dengan lapangan luas di sebelah baratnya. (Sumber: KITLV)

Kerkplein merupakan satu lapangan luas yang posisinya berada di sisi selatan Kerklaan (Jalan Gereja). Di sisi timur lapangan, terdapat Gereja St. Franciscus Regis. Peta lama keluaran tahun 1904 menyebut gereja ini dengan nama Roomsch Katolieke Kerk. Gereja ini dibuka pada tahun 1895[2] [3], dan berubah fungsi setelah mereka membangun Katedral St Petrus di sisi timur Schoolweg, Jalan Merdeka sekarang.

Di awal abad 20, masyarakat Bandung memanfaatkan lapangan ini sebagai pusat kegiatan, hiburan, dan sekadar tempat nongkrong bagi mereka. Beberapa kegiatan seperti balapan kuda[4] dan bioskop “misbar” diselenggarakan di sana. Selain itu, Kerkplein juga dipakai untuk menggelar pertandingan sepakbola.

Iklan bioskop ‘misbar’ di Kerkplein, dari Surat kabar Preanger Bode, 15 Mei 1905

Klub sepakbola Uitspanning Na Inspanning (UNI) dan Spellen In De Open Lucht Is Gezond (SIDOLIG) tercatat sebagai klub yang pernah berkandang di sini[5]. Bahkan, Bandoengsche Voetbal Club (BVC) sudah memakai lapangan ini sejak tahun 1903. Mereka menjamu klub-klub dari Batavia, Semarang, dan Surabaya[6].

UNI dan Sidolig merupakan dua klub yang lahir di Alun-Alun Bandung tahun 1903. Dua tahun setelahnya, mereka pindah ke Kerkplein tahun 1905 sampai tahun 1908. Menurut Berretty, keriuhan pertandingan sepakbola UNI dan SIDOLIG sempat menganggu keberadaan gereja yang ada di dekat lapangan itu. Ini menjadi dasar kedua tim tersebut harus mengungsi ke Lapangan Jalan Jawa di tahun 1908[7].

Gedung Javasche Bank, tahun 1920. Sumber: https://digitalcollections.universiteitleiden.nl/

Pada saat yang sama, pemerintah kota telah memberi izin kepada Javasche Bank untuk membangun kantor cabang Bandung di Kerkplein. Rencana Javasche Bank untuk memakai lahan di Kerkplein ini sempat menimbulkan diskusi di masyarakat. Sebagian masyarakat menyayangkan akan berdirinya sebuah bangunan lain di Kerkplein, karena lapangan tersebut merupakan satu-satunya lapangan yang ada di tengah kota[8]. Di sisi lain, ada masyarakat yang menganggap bahwa berdirinya sebuah cabang Javasche Bank merupakan hal yang baik bagi masa depan Kota Bandung[9].

Selain sepakbola, kegiatan-kegiatan masyarakat lain mulai berkurang setelah Javasche Bank mulai menempati lahan tersebut di tahun 1909[10].

Gambar: Gedung Javasche Bank Bandung. Bangunan ini menempati lahan di Kerkplein pada tahun 1909. (Sumber: KITLV)

[1] Haryoto Kunto. 1986. Semerbak Bunga di Bandung Raya. Bandung: PT Granesia. H. 158-163.

[2] https://katedralbandung.org/profil/sejarah/

[3] Verspreide Indische Berichten. De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad. 03-06-1895

[4] De Preanger-bode. 06 Mei 1904.

[5] W. Berretty. 1934. 40 Jaar Voetbal in Ned Indie 1894-1934, Soekabumi: W. Berretty. h.99 & 113

[6] De Preanger-bode. 18 Juni 1903.

[7] W. Berretty. 1934. 40 Jaar Voetbal in Ned Indie 1894-1934, Soekabumi: W. Berretty. h.99.

[8] Javasche Bank. De Preanger-bode. 22 November 1906.

[9] 1909.07.05_De.locomotief.Kerkplein.Bank.Indonesia.Javasche.Bank

[10] Javasche.Bank. De locomotief. 02-07-1909.

Leave a Reply

Your email address will not be published.