Saat Chaplin Berkeliling di Kota Bandung

Saat Chaplin Berkeliling di Kota Bandung

Charlie Chaplin kembali mengunjungi Hindia Belanda di tahun 1936. Kunjungannya kali ini didampingi oleh Paulette Goddard dan ibu dari Paulette. Kepada wartawan, Chaplin mengaku kalau kunjungan sebelumnya ke Jawa bersama Syd masih segar dalam ingatan. Dia masih ingat tempat dan daerah yang dia kunjungi sebentar saat itu. Chaplin mengatakan bahwa dia ingin bisa melihat Hindia Belanda lagi yang dia kagumi terutama karena iklim dan keindahannya, juga orang-orang yang menyenangkan[1].

Baca Juga:

Charlie Chaplin, dan Janji yang Tidak Pernah Ditepati (Kereta Garut Bag. 7)

Charlie Chaplin mendarat di Bandar Udara Cililitan (sekarang bernama Halim Perdanakusumah) , pada Senin, 23 Maret 1936[2]. Mereka tiba di Batavia dengan menggunakan pesawat milik maskapai Qantas Airways.

Dari Batavia, Chaplin dan keluarga menumpangi mobil menuju Kota Bandung melalui Puncak Pass[3]. Nampaknya, Chaplin enggan menggunakan kereta api kembali karena mengalami perjalanan yang tidak menyenangkan saat menumpangi kereta api dari Cibatu menuju Yogyakarta. Mereka ditempatkan di kereta makan karena tidak mendapat tempat di gerbong penumpang. Selama perjalanan, keduanya terganggu dengan asap dari arah lokomotif. Sejak itu, Charlie tidak pernah lagi menggunakan kereta api selama perjalanannya di Pulau Jawa [4].

Saat kunjungan pertamanya di tahun 1932 tersebut, Chaplin dan Syd hanya singgah sebentar di Bandung untuk sekadar membersihkan diri dan makan malam. Hotel Preanger pun kembali menjadi pilihan Chaplin untuk singgah. Chaplin sepertinya sangat terkesan dengan bentuk dan pelayanan Hotel Preanger saat itu[5].

Baca juga:

Hotel Preanger yang Memukau Chaplin

Kedatangan mereka dari Batavia disambut oleh masyarakat Bandung yang telah menunggu di luar gerbang Hotel Preanger. Meski hujan deras mengguyur kota, mereka ingin melihat idola dari dekat[6]. Berbeda dengan kedatangan Chaplin di Bandung sebelumnya, aktor kelas dunia ini berencana untuk menginap selama semalam.

Di Bandung, Chaplin dan keluarga sempat menikmati perjalanan malam mengelilingi kota dengan menumpangi delman. Dari Hotel Preanger, mereka menyusuri Jalan Raya Pos ke arah barat dan belok ke arah utara menyusuri Jalan Pasar Baru (Jalan Oto Iskandardinata sekarang). Melewati perempatan Jalan Suniaraja, delman berbelok ke kiri ke Jalan Kebonjati, sampai Jalan Gardujati.  Dari perempatan, mereka belok ke Jalan Gardujati, kemudian ke arah timur Jalan Raya Pos dan kembali masuk ke dalan hotel[7].

Chaplin kemudian memanfaatkan waktunya yang sebentar itu dengan berwisata ke kawah Gunung Tangkuban Perahu, 24 Maret 1936. Di hari yang sama, seorang tukang semir sepatu dengan berani mendekati Chaplin saat berada di Hotel Preanger. Dia menawarkan jasanya untuk menyemir sepatu milik Chaplin. Atas jasanya itu, tukang semir sepatu mendapat upah sekitar 10 gulden dari bintang film terkenal itu[8].

Sore hari tanggal 24 Maret itu, Chaplin dan rombongan meninggalkan Kota Bandung. Mereka melanjutkan perjalananannya menuju Pulau Bali. Sebelum sampai ke Pulau Dewata, Chaplin sempat singgah di Garut, Dieng, Yogyakarta, dan Surabaya[9].

Gambar Ilustrasi: Chaplin memakan “sepatu” dalam film “The Gold Rush”, produksi 1925.

Referensi:

[1] Charley en Paulette op Tjililitan. Bataviaasch Nieuwsblad. 23-03-1936.

[2] Charlie Chaplin op java.De Limburger.03-04-1936.

[3] Charley en Paulette op Tjililitan. Bataviaasch Nieuwsblad. 23-03-1936.

[4] World Tour Revisited: From Bandoeng to Soerabaja, March 30 – April 1, 1932, discoveringchaplin.com. http://discoveringchaplin.com/2014/04/world-tour-revisited-from-bandoeng-to.html (diakses 19 September 2019).

[5] Lisa Stein Haven. 2014. Charlie Chaplin: A Comedian Sees The World. Columbia: University of Missouri Press. Halaman 184.

[6] Charlie Chaplin in Bandung.De koerier.24-03-1936.

[7] Charlie Chaplin in Bandung.De koerier.24-03-1936.

[8] Charlie Chaplin en de Schoenpoetser. De koerier. 25-03-1936

[9] Charlie Chaplin op java.De Limburger.03-04-1936

Tinggalkan balasan

Email anda tidak akan dipublikasi.