Arsip: Timeline Slider

10 September 1884
Timeline Slider

10 September 1884

Pembangunan jalur kereta api Priangan antara Bogor dan Cicalengka, rampung 10 September 1884. Pembangunan jalur tahap 5 dari Bandung dan Cicalengka melewati Gedebage dan Rancaekek dan mempunyai panjang 27 km. (Agus Mulyana. 2017. Sejarah Kereta Api di Priangan. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Hal. 90).

17 Mei 1884
Timeline Slider

17 Mei 1884

Pada tanggal 17 Mei 1884, Stasiun Bandung dibuka untuk umum. Ini bersamaan dengan selesainya pembangunan jalur Priangan tahap 4 yang menghubungkan Cianjur dan Bandung. Jalur sepanjang 60 km ini melewati Maleber, Sela Jambe, Ciranjang, Cipeuyeum, Rajamandala, Cipatat, Tagog Apu, Padalarang, dan Cimahi. (Agus Mulyana. 2017. Sejarah Kereta Api di Priangan. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Hal. 89-90).

10 Mei 1883
Timeline Slider

10 Mei 1883

Stasiun Cianjur dibuka seiring dengan rampungnya pengerjaan jalur Priangan tahap 3, tanggal 10 Mei 1883. Jalur sepanjang 39 km ini melewati Gandasoli, Cirengas, Lampegan, Cibeber, Cilaku, dan Pasir Hayam. (Agus Mulyana. 2017. Sejarah Kereta Api di Priangan. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Hal. 89-90).

21 Maret 1882
Timeline Slider

21 Maret 1882

Pembangunan jalur kereta api Priangan tahap 2 selesai dan dibuka untuk umum tanggal 21 Maret 1882. Jalur yang menghubungkan Cicurug dan Sukabumi ini melewati stasiun Parungkuda, Cibadak, Karangtengah, dan Cisaat. (Agus Mulyana. 2017. Sejarah Kereta Api di Priangan. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Hal. 89-90).

5 Oktober 1881
Timeline Slider

5 Oktober 1881

Jalur Priangan tahap 1 yang menghubungkan Bogor dan Cicurug sudah dapat digunakan dan dibuka pada 5 Oktober 1881. Jalur dengan panjang 27 km itu melewati stasiun Batutulis, Maseng, dan Cigombong. (Agus Mulyana. 2017. Sejarah Kereta Api di Priangan. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Hal. 89-90).

1878
Timeline Slider

1878

Pengukuran dan pemetaan bakal jalur yang akan dilewati jalur kereta Bogor Cicalengka dimulai pada tahun 1878. (Agus Mulyana. 2017. Sejarah Kereta Api di Priangan. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Hal. 79).

1 April 1906
Timeline Slider

1 April 1906

Bandung menyandang status gemeente tanggal 1 April 1906 dan untuk sementara dipimpin oleh Asisten Residen Priangan. (A. Sobana Hardjasaputra. 2002. Perubahan Sosial di Bandung 1810-1906. Disertasi. Depok: Program Pascasarjana, Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Hal. 277).

17 Mei 1884
Timeline Slider

17 Mei 1884

Jaringan kereta api Priangan yang menghubungkan Cicalengka dan Bogor dibuka di Kota Bandung. Pembukaan ini ditandai oleh pembukaan Stasiun Bandung, 17 Mei 1884. (A. Sobana Hardjasaputra. 2002. Perubahan Sosial di Bandung 1810-1906. Disertasi. Depok: Program Pascasarjana, Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Hal. 207)

1864
Timeline Slider

1864

Kota Bandung ditetapkan sebagai Ibukota Karesidenan Priangan menggantikan Cianjur lewat keputusan Gubernur Jenderal 7 Agustus 1864. (A. Sobana Hardjasaputra. 2002. Perubahan Sosial di Bandung 1810-1906. Disertasi. Depok: Program Pascasarjana, Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Hal. 124)

25 September 1810
Timeline Slider

25 September 1810

Kota Bandung didirikan oleh Bupati Kabupaten Bandung R.A. Wiranatakusumah II. Keberadaan kota ini diresmikan oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels berdasarkan surat keputusan 25 September 1810. (A. Sobana Hardjasaputra. 2002. Perubahan Sosial di Bandung 1810-1906. Disertasi. Depok: Program Pascasarjana, Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Hal. 35.)